GambarBarangjmlBeratTotal
keranjang belanja anda kosong
00,00Rp 0
Menu

Cara Membuat Tanaman Cepat Tumbuh Besar

Thursday, October 6th 2016.
Suka? Bagi ke Teman Yuk!

Cara membuat tanaman cepat tumbuh dapat dilakukan dengan sangat mudah yaitu yang pertama dengan memperhatikan prosedur pemberian pupuk yang tepat kemudian mengetahui bagaimana faktor yang mendukung tanaman tumbuh cepat. Hampir semua orang di dunia ini suka dengan tanaman baik tanaman hias, tanaman buah, dan lain sebagainya. Di Indonesia sendiri jika diperhatikan, seluruh rumah pasti memiliki tanaman dan bahkan saat ini sudah banyak penggemar tanaman yang sering melakukan cocok tanam.

proses-pertumbuhan-tanaman

Semua jenis tanaman mempunyai proses pertumbuhan yang berbeda-benda. Subur tidaknya tumbuh suatu tanaman dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Jika melihat tanaman tumbuh dengan subur kemudian berbunga dan berbuah tepat waktu tentunya menjadi kepuasan tersendiri bagi pemiliknya. Namun bagaimanakah dengan tanaman yang sulit tumbuh? Hal tersebut sering membuat kecewa terlebih jika tanaman mati begitu saja. Hal hal yang harus diperhatikan pada saat menanam ada banyak sekali dan pemeliharaan yang tepat adalah salah satu jawaban untuk membuat tanaman cepat tumbuh. Bagi anda yang sulit untuk membuat tanaman anda bertumbuh cepat maka anda dapat menyimak informasi berikut ini.

Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Tanaman Cepat Tumbuh

Berikut ini adalah faktor-faktor yang menentukan tumbuh tidaknya atau setidaknya cepat atau lambatnya tumbuh suatu tanaman.

Faktor Internal

  1. Gen, adalah substansi pembawa sifat dari induk yang diwariskan pada keturunannya. Gen ini dapat mempengaruhi ciri tanaman mulai dari rasa buah, warna bunga, tinggi tanaman, dan lain sebagainya. Tanaman yang mempunyai sifat paling unggul di dalam pertumbuhan serta perkembangannya, maka tanaman tersebut dapat tumbuh dengan cepat, berbuah tepat waktu, dan apabila di taman dalam media yang sangat subur dan sesuai dengan kondisinya maka tanaman tersebut akan tumbuh dengan buah yang lebat. Apabila media tanam yang digunakan tandus serta kondisi lingkungan yang kurang memungkinkan, maka tumbuh kembang tanaman akan menjadi kurang baik.
  2. Hormon, adalah zat yang memiliki fungsi untuk mengontrol sistem kerja pada tanaman. Meskipun kadar hormon hanya sedikit, namun rupanya hormon tersebut mampu memberikan pengaruh besar terhadap pertumbuhan tanaman.

Faktor Eksternal

  1. Nutrisi, adalah sumber makanan yang sangat diperlukan oleh tanaman seperti unsur hara dan mineral. Dengan menggunakan proses fotosintesis yang dibantu oleh sinar matahari, air dan juga karbon dioksida atau CO2 akan diolah menjadi sumber makanan yang diperlukan oleh tanaman. Meski makanan tidak berperan langsung terhadap proses fotosintesis, namun makanan tersebut berguna untuk tumbuh kembang tanaman. Jika saja anda memperhatikan bagaimana tanaman yang kekurangan pupuk, maka tanaman tersebut dapat layu atau bahkan mati. Hal tersebut dikarenakan pupuk mengandung zat hara atau sumber nutrisi yang diperlukan oleh tanaman.
  2. Suhu, adalah penunjang pertumbuhan dan juga perkembangan tanaman. Jika diperhatikan, tanaman padi yang penanamannya dilakukan pada musim kemarau atau dengan suhu serta udara yang tinggi maka panen akan lebih cepat jika dibanding dengan tanaman padi yang penanamannya dilakukan pada musim penghujan atau pada saat suhu serta udara yang rendah. Begitu juga dengan tanaman bunga mawar yang akan tumbuh subur dan berbunga dengan baik apabila ditanam di daerah sejuk seperti pegunungan dan tentunya bunga mawar ini dapat mati apabila ditanam pada daerah yang sangat panas seperti pantai. Hal tersebut bisa sedemikian rupa karena seluruh proses tumbuh kembang tanaman mulai dari fotosintesis, penyerapan air, penguapan, dan juga pernafasan tanaman sangat dipengaruhi oleh suhu.
  3. Cahaya, merupakan hal terpenting yang sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk melakukan proses fotosintesis dengan sempurna. Namun sisi negatif dari cahaya dapat membuat pertumbuhan tanaman menjadi terhambat karena cahaya juga dapat merusak keberadaan hormon auksin pada tanaman. Jika diperhatikan, tanaman kecambah akan lebih cepat tumbuh jika diletakkan di tempat gelap tanpa cahaya namun tanaman ini akan terlihat pucat dengan warna yang kuning dan nampak lemah akibat kekurangan cahaya. Jadi dapat disimpulkan bahwa peletakkan tanaman terhadap cahaya harus disesuaikan.
Tanaman-menyukai-cahaya

Tanaman membutuhkan cahaya dari sinar matahari untuk mendukung proses fotosintesinya.

       4.  Air dan kelembaban, adalah faktor penting yang berpengaruh terhadap tumbuh                              kembang tanaman. Apabila tanaman kekurangan air maka pertumbuhannya dapat                              terhambat dan tanaman bisa menjadi layu bahkan mati. Kelembaban sangat penting untuk                perpanjangan sel tanaman serta mempertahankan stabilitas dari bentuk sel tanaman                          tersebut.

       5. Tanah, adalah media tanam yang juga dapat mempengaruhi perkembangan tanaman.                       Kondisi tanah yang optimal yaitu memiliki kandungan nutrisi dan juga unsur hara yang                     cukup. Dan kesuburan tanah juga ditentukan berdasarkan lingkungan mulai dari suhu, air,               kandungan mineralnya, dan lain sebagainya.

Tips Percepat Pertumbuhan Tanaman

  1. Air Cucian Beras

Tips yang pertama yaitu dengan menggunakan air cucian beras. Cara ini cukup mudah sekali, jadi setiap kali anda mencuci beras sebaiknya tampung air cucian beras ke dalam wadah dan jangan dibuang namun disiramkan pada media tanaman anda. Cara ini dapat mempercepat pertumbuhan tanaman karena air cucian beras memiliki kandungan b1 yang dapat menjadi sumber energi untuk tanaman. Sehingga tanaman dapat beraktifitas serta mudah beradaptasi terhadap media dan juga lingkungan yang baru. Air cucian beras dapat langsung disiram ke tanah, apabila disiramkan pada daun tanaman maka akan ada noda putih yang tertinggal.

  1. Air Rebusan Telur

Tips yang kedua yaitu dengan menggunakan air rebusan telur. Air bekas rebusan telur memiliki kandungan mineral, vitamin, dan juga kalsium yang berasal dari kulit telur. Sebelum digunakan, air rebusan telur harus didinginkan terlebih dahulu selama satu malam dan setelah itu dapat langsung disiramkan pada tanaman. Untuk kulit telur juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami dengan cara dihaluskan dan ditaburkan pada tanaman. Jadi daripada dibuang, maka akan lebih baik jika kulit telur dimanfaatkan untuk tumbuh kembang tanaman.

  1. Vetsin / Penyedap Rasa

Tips yang ketiga yaitu dengan menggunakan vetsin atau penyedap rasa. Cara ini mungkin agak sedikit canggung karena bahan masakan ini rupanya juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman yang merangsang tumbuh kembang daun. Caranya sangat mudah sekali yaitu hanya dengan menaburkan vetsin pada tanah atau dapat juga pada akar tanaman dan kemudian dapat langsung di siram dengan menggunakan air hingga vetsin meresap ke dalam tanah. Cara ini dapat di lakukan dalam seminggu sekali.

  1. Kulit Pisang

Tips yang keempat yaitu dengan menggunakan kulit pisang. Kulit pisang ini sangat penting bagi pertumbuhan tanaman karena ada kandungan kalsium tinggi di dalamnya. Caranya yaitu dengan menumbuk halus kulit pisang lalu di larutkan ke dalam air dan dapat di siramkan pada tanaman anda.

Kulit-pisang-untuk-mempercepat-pertumbuhan-tanaman

Kulit pisang ternyata mengandung kalsium yang dapat digunakan untuk merangsang pertumbuhan suatu tanaman.

  1. Ampas Teh

Tips yang kelima yaitu dengan menggunakan air dan juga ampas teh. Sisa dari air dan juga ampas teh ini dapat di jadikan sebagai pupuk dengan cara di siramkan pada tanaman. Cara ini cukup aman untuk di lakukan setiap hari.

  1. Ampas Kopi

Tips yang keenam yaitu dengan menggunakan ampas kopi. Ampas kopi dapat membuat tanaman tumbuh dengan cepat karena ada beberapa kandungan penting yang di milikinya seperti fosfor, nitrogen, dan pottasium. Caranya sangat mudah yaitu hanya tinggal di taburkan saja pada tanaman.

  1. Agar Agar

Tips yang ke tujuh yaitu dengan menggunakan agar agar. Banyak yang tidak tahu bahwa agar agar yang sangat lezat dan baik bagi pencernaan manusia ini rupanya juga baik bagi perkembangan tanaman. Caranya yaitu dengan melarutkan bubuk agar agar ke dalam gelas yang sudah berisi air panas dengan takaran bubuk sebanyak 2 sendok makan. Jika sudah maka di campur ke dalam air dingin sebanyak 3 gelas dan di aduk hingga rata lalu dapat langsung di siramkan pada tanaman. Cara ini dapat di lakukan seminggu sekali.

  1. Air Kelapa

Tips yang ke delapan yaitu dengan menggunakan air kelapa. Air kelapa ini sudah di kenal sejak dulu dapat menyuburkan tanaman. Hal tersebut di karenakan air kelapa memiliki kandungan kalsium, kalium, protein, magnesium, vitamin, dan juga mineral. Air kelapa ini juga dapat merangsang pembungaan pada tanaman bunga seperti anggrek dan lain sebagainya.

  1. Abu Kayu Bakar

Tips yang ke sembilan yaitu dengan menggunakan abu kayu bakar. Apabila anda sedang membakar ranting dan juga jenis kayu apa saja maka abu yang di hasilkan dari proses pembakaran dapat anda manfaatkan sebagai pupuk tanaman untuk menyuburkan tanaman terutama pada tanaman bunga mawar.

  1. Kulit Bawang

Tips yang ke sepuluh yaitu dengan menggunakan kulit bawang. Pada saat anda memasak menggunakan bawang baik bawang merah, bawang putih, dan bawang bombay, sebaiknya jangan buang kulit bawangnya karena anda dapat memanfaatkannya untuk pertumbuhan tanaman. Caranya yaitu dengan merendam kulit bawang selama satu malam dan ke esokan harinya dapat langsung di siramkan pada tanaman.

  1. Sisa Obat-Obatan

Tips yang ke sebelas yaitu dengan menggunakan sisa obat-obatan baik dalam bentuk puyer atau tablet. Meski terbilang aneh namun sudah banyak yang membuktikan bahwa cara ini cukup ampuh untuk menyuburkan dan mempercepat tanaman untuk tumbuh. Hal tersebut di karenakan unsur kimia yang terdapat di dalam obat-obatan. Anda dapat menggunakan sisa obat yang sudah tidak terpakai lagi atau obat-obatan yang sudah kadarluarsa. Caranya yaitu dengan menumbuk halus obat lalu di larutkan ke dalam air dan dapat langsung di siramkan pada akar tanaman.

  1. Kulit Kacang

Tips yang kedua belas ini menggunakan kulit kacang baik kulit kacang kering maupun kulit kacang rebus. Cara menggunakannya hanya meletakkan kacang di atas media tanam hingga penuh dan kemudian dapat di siram dengan air. Jika tips di atas adalah cara penggunaan pupuk pada tanaman yang dapat di buat sendiri dengan menggunakan bahan bahan limbah dapur. Maka ada pupuk an-organik yang dapat di beli secara instan. Pupuk jenis ini adalah rekayasa dari industri guna memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman sehingga ketika pupuk ini di berikan pada tanaman maka tanaman akan tumbuh secara meningkat. Berikut ini adalah jenis jenis pupuk penyubur tanaman yang dapat anda gunakan.

Jenis Jenis Pupuk An-Organik

  1. Urea, adalah jenis pupuk yang di dalamnya terdapat kandungan Nitrogen (N) dengan kadar tinggi. Pupuk ini memiliki bentuk fisik seperti butiran kristal. Pupuk ini mudah di larutkan ke dalam air dan memiliki sifat yang dapat menghisap air dengan mudah atau di sebut dengan higroskopis. Pupuk urea yang di jual di pasaran biasanya mempunyai kandungan unsur hara Nitrogen sebesar 46 % yang artinya setiap 100 kg urea terdapat nitrogen sebanyak 46 kg.
  1. SP – 36, adalah pupuk yang di dalamnya terdapat kandungan fosfor (P). Pupuk ini memiliki bentuk fisik seperti butiran dengan warna ke abu abuan. Pupuk ini mudah larut dalam air namun tidak dapat menghisap air sehingga pupuk yang telah di larutkan ke dalam air dapat di simpan meski dalam waktu lama. Kandungan pupuk dengan unsur hara fosfor ini sebesar 36 %.
  2. Majemuk NPK, adalah pupuk yang di dalamnya terdapat kandungan Nitrogen (N), fosfor (P), dan juga kalium (K). Pupuk ini memiliki bentuk fisik seperti butiran atau prill yang ukuran bulatannya lebih besar dengan warna merah bata. Pupuk jenis ini tidak mudah menyerap dalam air sehingga dapat di simpan dalam waktu lama sekalipun.
  3. Urea, adalah jenis pupuk yang di dalamnya terdapat kandungan Nitrogen (N) dengan kadar tinggi. Pupuk ini memiliki bentuk fisik seperti butiran kristal. Pupuk ini mudah di larutkan ke dalam air dan memiliki sifat yang dapat menghisap air dengan mudah atau di sebut dengan higroskopis. Pupuk urea yang di jual di pasaran biasanya mempunyai kandungan unsur hara Nitrogen sebesar 46 % yang artinya setiap 100 kg urea terdapat nitrogen sebanyak 46 kg.
Salah satu contoh produk pupuk urea yang bisa Anda gunakan.

Salah satu contoh produk pupuk urea yang bisa Anda gunakan.

Itulah jenis jenis pupuk yang dapat di gunakan sebagai media penunjang pertumbuhan tanaman. Di dalam pemberian pupuk tidak dapat di lakukan secara sembarangan karena harus di lakukan sesuai dengan prosedur agar tanaman dapat tumbuh dengan subur dan cepat. Berikut ini adalah cara pemberian pupuk yang benar dan sesuai dengan prosedur.

Cara Pemupukan Yang Benar

  1. Menyesuaikan Jenis Pupuk

Hal yang harus di utamakan yaitu menyesuaikan pupuk berdasarkan fase tumbuh kembang tanaman. Misal, pemberian pupuk yang mengandung unsur hara makro memang benar sangat di butuhkan oleh tanaman setiap hari. Namun pemberian pupuk yang mengandung unsur nitrogen setiap hari dapat membuat tumbuh kembang tanaman menjadi lamban dan bahkan dari fase vegetatif tanaman enggan memasuki fase generatif. Dampak yang terjadi, tanaman akan menjadi lebih rimbun namun tidak kunjung berbunga sehingga kesempatan untuk berbuah juga tidak ada. Oleh sebab itu pada saat perubahan generatif terjadi, maka tanaman akan membutuhkan unsur hara fosfor yang dapat merangsang tumbuh kembangnya. Jadi tidak harus di pacu dengan unsur hara nitrogen saja. Silahkan klik di sini untuk melihat jenis-jenis pupuk yang kami sediakan di bibitbunga.com.

  1. Posisi Peletakkan Pupuk

Cara pemupukan harus di terapkan dengan benar. Untuk pupuk akar dapat di berikan dengan cara di benamkan pada seluruh media tanam. Anda dapat membuat lubang yang memanjang kemudian dengan posisi melingkari tanaman. Adapun jarak lubang yang di gunakan kurang lebihnya sekitar 10 cm dengan ukuran kedalaman sekitar 7 – 10 cm. Kemudian pupuk dapat di taburkan dan di siram lalu di timbun kembali agar tidak terjadi penguapan. Cara ini di lakukan agar pupuk akar mudah menyerap dalam akar dan terhindar dari sinar matahari. Cara lainnya yaitu pupuk dapat di larutkan dalam air kemudian baru di siramkan pada akar tanaman. Untuk pupuk daun dapat di berikan pada tanaman dengan cara melarutkan pupuk ke dalam air dan kemudian di semprotkan pada daun tanaman.

  1. Waktu Yang Tepat

Proses pemupukan juga harus di lakukan dengan waktu yang tepat. Pemupukan sebaiknya di lakukan pada pagi hari sekitar pukul 10 pagi atau dapat juga di lakukan pada sore hari sekitar pukul 3 sore. Hal tersebut di karenakan pada waktu pagi dan sore, terik matahari tidak begitu menyengat sehingga mencegah terjadinya penguapan pada pupuk tanaman. Namun jika tanaman di beri pupuk dengan jumlah yang banyak maka pemberian pupuk harus di lakukan lebih pagi lagi. Untuk pupuk daun juga sangat penting di berikan pada pagi dan juga sore hari karena pada waktu tersebut, stomata daun akan terbuka dan siap menerima nutrisi dari pupuk.

  1. Dosis Pupuk

Hal yang harus di perhatikan pada proses pemupukan yaitu jumlah pupuk yang harus di berikan sesuai dengan dosisnya. Dalam pemberian pupuk, umur serta kondisi tanaman harus di perhatikan karena ketika terjadi ketidaksesuaian terhadap kebutuhan yang semestinya maka akan merugikan pertumbuhan tanaman. Apabila tanaman masih berusia muda dan berukuran kecil maka anda dapat memberikan dosis pupuk sebanyak 10 – 15 gram pada setiap tanaman. Apabila tanaman sudah berusia sedang maka dosis pupuk yang di berikan sebanyak 25 – 30 gram. Dan ketika tanaman sudah cukup dewasa maka pemupukan dapat di berikan dengan dosis 30 – 50 gram pada setiap tanaman. Dalam pemberian pupuk dapat di lakukan sejak tanaman berusia 2 bulan dan ketika usia tanaman sudah menginjak 4 – 6 bulan maka pupuk dapat di tambah dengan penggunaan pupuk organik.

Cara pemupukan yang benar berdasarkan waktu yang tepat dan cara yang benar kemudian dengan dosis yang sesuai pula maka pertumbuhan tanaman dapat berjalan dengan cepat dan menjadi tanaman yang tumbuh subur. Selain dengan pemupukan, cara untuk mempercepat tumbuh kembang tanaman dapat di lakukan dengan pemberian hormon. Hormon ini bukanlah unsur hara namun dapat berpengaruh besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Hormon yang berasal dari tumbuhan itu sendiri di sebut dengan hormon endogen dan hormon yang di buat oleh manusia adalah hormon eksogen. Berikut ini adalah jenis jenis hormon yang dapat anda ketahui beserta fungsinya.

Dosis-pemberian-pupuk

Pertumbuhan suatu tanaman juga dipengaruhi dengan dosis pemberian pupuk. Jangan sampai memberi terlalu banyak atau bahkan terlalu kurang. Hal ini justru akan membuat pertumbuhannya terhambat dan fatalnya bisa mati kapan saja.

Jenis Jenis Hormon

  1. Hormon Auksin (AUX)

Hormon ini berfungsi untuk perpanjangan sel dan merangsang aktifitas kambium serta merangsang pantenokarpi dan pembengkokan pada batang dan juga merangsang dominasi apikal. Untuk hormon auksin alami ada dua jenis yaitu asam indolasetat (IAA) dan asam indolbutirat (IBA). Kemudian untuk hormon auksin buatan manusia ada asam naftalenasetat (NAA), asam beta naftoksiasetat (BNOA), asam 2,4 diklorofilnoksetat (2,4 – D), dan asam 4 klorofenoksiasetat (4 – CPA).

  1. Hormon Sitokinin (CK)

Hormon ini berfungsi untuk merangsang terjadinya pembelahan sel. Hormon sitokinin alami terdapat pada sperma ikan hering yang di sebut dengan kinetin. Juga terdapat pada jagung mentah dan air kelapa yang bernama zeatin. Hormon alami lainnya ada 2iP.

  1. Hormon Gilberelin (GA)

Hormon ini berfungsi untuk mempercepat tumbuh tanaman dan memperbesar fisik tanaman. Jenis hormon gilberelin ada asam giberelat (GA3).

  1. Hormon Etilena (ETH)

Hormon ini berfungsi untuk merangsang proses pembuahan dan mempercepat pemasakan buah. Sistem karbit yang sering di gunakan untuk membuat buah cepat masak merupakan bentuk dari asetilena.

  1. Hormon Asam Absitat (ABA)

Hormon ini berfungsi untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan tanaman dan begitu juga dengan perkembangan tanaman.

  1. Hormon Brasinosteroid

Hormon ini berfungsi untuk menjaga ketahanan tanaman dari lingkungan yang tidak sesuai. hormon ini juga dapat meningkatkan kualitas dari hasil tanaman seperti buah yang berkualitas. Hormon ini juga dapat membuat ukuran buah menjadi lebih besar.

  1. Hormon Asam Jasmonat
  2. Hormon Asam Salisilat
  3. Hormon Poliamina
  4. Hormon Karrikin

Itulah informasi mengenai cara membuat tanaman agar cepat tumbuh yang dapat anda gunakan ketika hendak memacu pertumbuhan tanaman yang anda miliki. Dengan ulasan di atas tentunya anda harus paham bahwa di dalam proses tumbuh kembang tanaman di perlukannya nutrisi yang berasal dari pemupukan dan seperti yang telah anda ketahui bahwa proses pemupukan yang benar adalah pengaruh besar dalam tumbuh kembang tanaman.

Produk terbaru

Rp 40.000
Rp 40.000

Rekening Bank

No rek. BCA akan di-SMS bersamaan total tagihan
No. Mandiri akan di-SMS bersamaan total tagihan
No rek. BNI akan di-SMS bersamaan total tagihan
No rek. BRI akan di-SMS bersamaan total tagihan

Pengiriman

Diverifikasi oleh:

Temukan Kami di

Alamat Kantor Pusat

Jl. Veteran Selatan, Kel. Mamajang Dalam
Kec. Mamajang, Makassar, kode pos 90135
Sulawesi Selatan, Telp. 082292524892