GambarBarangjmlBeratTotal
keranjang belanja anda kosong
00,00Rp 0
Menu

Jenis-Jenis Tanah dan Ciri-Cirinya

Wednesday, March 15th 2017.
Suka? Bagi ke Teman Yuk!

Keberadaan tanah sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup di bumi. Bahkan ada slogan yang berbunyi “No Soil No Life…”

Tanah merupakan bagian dari kerak bumi yang terbentuk dari berbagai bahan organik, mineral, air, udara dan organisme yang tak terhitung jumlahnya. Terdapat berbagai macam tanah dengan fungsi yang berbeda-beda pula. Berikut jenis-jenis tanah dan ciri-cirinya:

1. Tanah liat

Tanah liat memiliki tekstur yang lengket/liat dan biasanya berwarna hitam, abu-abu hingga kemerahan.

Sesuai namanya, tanah liat memiliki struktur yang liat. Jika disentuh akan terasa basah, halus, lentur, kental, lengket dan bisa mengeras jika telah kering. Karena teksturnya yang liat sehingga sulit dilalui air.

Ilustrasi kerajinan tangan gerabah yang terbuat dari tanah liat.

Tanah liat tergolong jenis tanah yang kurang subur untuk lahan pertanian. Meski demikian, manfaatnya dalam bidang industri cukup penting. Tanah liat dapat digunakan sebagai bahan pembuatan batu bata, dibuat gerabah yang bisa digunakan sebagai hiasan maupun untuk keperluan sehari-hari. Jika dikombinasikan dengan jerami dan pasir maka akan menghasilkan tungku. Tanah liat juga bisa digunakan untuk membuat ubin keramik, lantai, dan dinding.

2. Tanah gambut

Tanah gambut banyak terdapat pada lahan-lahan basah seperti rawa-rawa, pantai, air payau atau cekungan.

Tanah gambut sebagian besar terbentuk dari materi sayuran membusuk dan sisa-sisa tumbuhan. Tanah gambut banyak terdapat pada lahan-lahan basah seperti rawa-rawa, pantai, air payau atau cekungan.

Tanah gambut berwana kecoklatan (gelap) dengan tekstur yang lembek/lunak.

Tanah ini ditandai dengan warnanya yang gelap, biasanya coklat tua atau coklat kemerahan dan bersifat asam. Meskipun tergolong kurang subur, tanah gambut memiliki banyak manfaat untuk kehidupan manusia jika diolah dengan benar. Indonesia sendiri memiliki lahan gambut yang tersebar luas di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Papua yang mencapai ketebalan 1-12 meter.

Baca lebih lanjut mengenai Ciri-Ciri Dan Manfaat Tanah Gambut di sini.

3. Tanah pasir

Ilustrasi tanah pasir. Sesuai namanya, tanah pasir memiliki tekstur yang berpasir dan kasar.

Tanah berpasir memiliki partikel terbesar di antara jenis tanah lainnya. Karena teksturnya yang berpasir dan kering sehingga mudah dilalui air dan tidak dapat menampung/menahan air. Menggunakan tanah pasir sebagai media tanaman kurang efisien karena mengandung sedikit humus. Meski demikian, tanah jenis ini banyak dicari karena kegunaannya sebagai bahan bagunan.

4. Tanah aluvial

Ciri-ciri tanah aluvial yaitu berwarna gelap dan teksturnya menyerupai lumpur.

Tanah aluvial merupakan jenis tanah yang terbentuk dari endapan lumpur sungai, itulah kenapa tanah aluvial disebut juga tanah endapan. Kandungan unsur haranya tinggi sehingga sangat cocok dijadikan sebagai lahan pertanian. Ciri tanahnya yaitu berwarna gelap dan teksturnya menyerupai lumpur.

5. Tanah humus

Tanah humus adalah bagian tanah yang berada pada tingkat lapisan paling atas permukaan bumi

Tanah humus adalah lapisan terluar dari tanah yang secara alami terbentuk di permukaan tanah. Tanah humus adalah jenis tanah yang paling banyak dijumpai Indonesia karena biasanya terdapat di negara-negara tropis. Tanah humus dibentuk oleh bahan organik, mikroorganisme dan pembusukan berbagai jenis tumbuhan dan hewan seperti serangga, daun, cacing dll. Selain elemen di atas, tanah humus juga mengandung potongan-potongan kecil batu, lumpur, pupuk kandang, pasir, air dan udara.

Tanah humus berwarna coklat kehitaman dan sangat subur sehingga cocok dijadikan sebagai lahan pertanian.

Ciri-ciri tanah humus:

  • Warnanya gelap, coklat kehitam-hitaman karena adanya konsentrasi tinggi dari pembusukan bahan organik dan mikroorganisme.
  • Teksturnya gembur (tdak keras).
  • Berada pada tingkat lapisan paling atas permukaan bumi
  • Daya serap terhadap air tinggi
  • Sangat subur
  • Banyak ditemukan di daerah tropis.

Tanah jenis ini paling baik untuk ditumbuhi berbagai macam tumbuhan. Sifatnya yang menyerap air dengan baik berguna bagi kelangsungan hidup tumbuh-tumbuhan. Tanah humus juga biasa digunakan sebagai pupuk organik.

Baca juga: Jenis Lumut Dan Gambarnya

6. Tanah vulkanik

Tanah vulkanik yang terbentuk dari letusan gunung merapi, sangat cocok dijadikan sebagai lahan pertanian karena kandungan unsur haranya yang sangat tinggi.

Tanah vulkanik merupakan tanah yang terbentuk dari lapukan material baik padat maupun cair dari letusan gunung merapi. Suhu abu vulkanik yang telah dingin di permukaan tanah mampu meningkatkan kesuburan tanah. Tanah vulkanik sangat cocok dijadikan sebagai lahan pertanian karena kandungan unsur haranya yang sangat tinggi. Sesuai namanya, tanah vulkanik banyak dijumpai di sekitar lereng gunung berapi.

Tanah vulkanik sendiri terbagai atas dua jenis yakni:

  • Tanah vulkanik regosol, dengan ciri-ciri berwarna abu-abu hingga kuning, teksturnya kasar dan sedikit mengandung bahan organik. Sangat cocok ditanami buah-buahan dan palawija.
  • Tanah vulkanik latosol, jenis yang kedua ini ditandai dengan warna tanahnya yang kemerahan hingga kekuningan. Bahan organik yang dikandungnya tergolong sedang dan memiliki sifat asam. Tanah jenis ini sangat cocok ditanami kelapa, pohon karet, kopi, padi maupun palawija.

Itulah jenis-jenis tanah dan ciri-cirinya. Semoga informasi ini bermanfaat 🙂

 

 

Produk terbaru

Rekening Bank

No rek. BCA akan di-SMS bersamaan total tagihan
No. Mandiri akan di-SMS bersamaan total tagihan
No rek. BNI akan di-SMS bersamaan total tagihan
No rek. BRI akan di-SMS bersamaan total tagihan

Pengiriman

Diverifikasi oleh:

Temukan Kami di

Alamat Kantor Pusat

Jl. Veteran Selatan, Kel. Mamajang Dalam
Kec. Mamajang, Makassar, kode pos 90135
Sulawesi Selatan, Telp. 082292524892