Berbagai Tanaman Rambat Berbunga

Memiliki rumah yang asri merupakan impian banyak orang. Coba bayangkan pemandangan serba hijau yang diselingi dengan warna-warni cerah dan wujud indah bunga-bunga. Terutama jika Anda tinggal di kota, dimana setiap keluar rumah, hanya bangunan beton menjulang yang nampak mata. Ini yang membuat banyak rumah-rumah di kota besar berlomba-lomba menghias pekarangan rumah dengan tanaman. Pemilik rumah dengan pekarangan ukuran mini pun tak perlu ambil pusing, karena Anda juga bisa memiliki taman bunga mini, taman dalam ruang, taman gantung, atau taman vertikal.

Tanaman hias rambat merupakan pilihan untuk menghiasi halaman depan rumah. Kelebihannya adalah sifatnya yang bisa merangkap sebagai peneduh, karena waktu pertumbuhannya relatif cepat dan bisa tumbuh lebat cepat dan menutupi area sekitar. Tanaman rambat perlu perawatan ekstra dalam merawatnya karena tanaman ini perlu media tumbuh tersendiri, dan batang serta akarnya cenderung lebih rapuh, namun, tanaman ini juga tak mengambil banyak tempat secara horizontal dari media penanamannya.

Untuk tanaman rambat hias, tanaman yang berbunga bisa menjadi pilihan untuk menghias pekarangan rumah Anda. Apa sajakah tanaman rambat berbunga yang tumbuh di Indonesia?

Air mata pengantin

air-mata-pengantin

Tanaman air mata pengantin sebagai bunga rambat memiliki daun hijau muda, sedangkan bunga mungil bergerombol berwarna variasi pink, dari pink lembut hingga pink cerah. Walau fungsinya sebagai tanaman hias berbunga, sesungguhnya tanaman ini merupakan satu famili dengan sorgum, Polygonaceae. Tanaman berasal dari Meksiko. Tanaman air mata pengantin kini digunakan sebagai tanaman hias yang cukup populer di Indonesia, namun, suku asli Baja California mengonsumsi biji tanaman dengan menjadikannya penganan semacam popcorn.

Alamanda

Alamanda

Tanaman alamanda sudah sering dijumpai di Indonesia. Tanaman ini memiliki daun hijau tua dan bunga kuning. Tanamannya bergetah banyak. Alamanda berasal dari daerah tropis Amerika Selatan. Ada 15 spesies Alamanda dari Amerika Selatan dan Pusat, dan bunga ini dinamakan sesuai dengan Dr Frédéric-Louis Allamand, yang berkunjung ke Guyana pada awal Abad ke-18. Kini, bunga ini populer di seluruh negara tropis. Pada negara-negara sub-tropis atau empat musim, tanaman ini ditumbuhkan di rumah kaca.

Bugenvil

bugenvil-rambat

Inilah bunga hias paling populer di Indonesia. Tanaman bugenvil berciri khas selundung bunganya yang tipis dan bertekstur menyerupai kertas crepe–inilah mengapa bunga ini kerap dijuluki ‘bunga kertas’. Warnanya beragam dan cerah, bunganya tumbuh bergerombol. Walau begitu, selundung bunganya yang selama ini kita pikir ‘kelopak’ sesunguhnya adalah bagian daun. Bunganya yang sesungguhnya kecil dan terlindung di balik selundung. Pada saat berbunga, tanaman ini memiliki kebiasaan merontokkan daunnya.

Bunga Ceguk

Tanaman-ceguk

Tanaman bunga ceguk dikenal dalam bahasa Inggris ‘Chinese Honeysuckle’. Tanamannya merambat dengan bunga kecil-kecil berwarna merah dan berbatang panjang. Tanaman rambat ini ditemukan di berbagai bagian Asia, seperti Filipina, India, dan Malaysia, selain Indonesia, dan menjadi tanaman daerah tropis. Bukan hanya sebagai hiasan, tanaman bunga ceguk juga menjadi bahan obat tradisional. Rebusan akar, biji dan buahnya bisa digunakan untuk antihelmintic yang bermanfaat untuk pengobatan penyakit pencernaan, seperti membunuh cacing penyebab penyakit perut atau meredakan diare. Ramuan rebusan buahnya pun bisa digunakan untuk berkumur dan menyembuhkan penyakit tenggorokan.

Pasiflora

Pasiflora

Pasiflora sesungguhnya merupakan genus yang terdiri dari 500 spesies dari famili Passifloraceae. Anda mungkin juga sering melihat tanaman dengan kelopak berwarna merah agak gelap atau putih ini. Bunga pasiflora memiliki bentuk yang unik, dengan bagian tengah bunga memiliki sulur-sulur kecil yang membentuk lingkaran. Struktur uniknya membuat bunga ini perlu lebah berukuran besar untuk melakukan penyerbukannya. Pasiflora juga memiliki kegunaan pengobatan untuk insomnia, gangguan pencernaan, bahkan untuk kebutuhan perawatan penyakit terkait gangguan mental seperti kecemasan.

Nona Makan Sirih

Nona-makan-sirih

Tanaman hias nona makan sirih memiliki daun mirip daun Sirih. Tanaman dilengkapi bunga mungil merah dalam selubung putih yang tumbuh bergerombol. Tanaman ini merupakan anggota suku Lamiaceae. Tanaman berasal dari daerah tropis Afrika Barat, namun sekarang tersebar di seluruh dunia sebagai tanaman tropis. Pohon nona makan sirih bisa tumbuh mencapai 4 meter.

Pseudocalymna/Stefanot

Tanaman-stefanot

Bunga stefanot merupakan tanaman asli daerah tropis Amerika Selatan, di mana tanaman tumbuh liar di hutan hujan tropus Brazil, Ekuador, Peru, Guyana, dan Costa Rica. Jumlahnya banyak di hutan Amazon, namun kini banyak rumah-rumah di daerah tropis, termasuk Indonesia menjadikannya tanaman hias. Saat tumbuh, setiap bunganya di setiap pohon memiliki warna berbeda-beda, antara jangkauan putih sampai ungu. Keunikan lainnya adalah, tanaman menguarkan bau menyerupai bau bawang putih saat dimemarkan atau dihancurkan, walau tanaman ini tak ada hubungan famili ataupun order dengan tanaman bawang.

Dalam penanaman tanaman rambat di rumah, ada beberapa yang harus diperhatikan, antara lain:

  • Pangkas

Pemangkasan ranting tanaman akan merangsang pertumbuhan tunas, dan membuat tanaman menjadi lebih lebat saat tumbuh. Mengingat tanaman rambat semakin baik jika semakin lebat, hal ini sangat dianjurkan.

  • Pangkas samping

Pangkas batang pada bagian samping, bukan batang utamanya yang menjadi pengarah tumbuh tanaman.

  • Pupuk berkala

Direkomendasikan menggunakan pupuk NPK pada tanaman dengan komposisi kadar yang sama setidaknya sebulan sekali.

  • Pelajari karakteristiknya

Walau sesama tanaman rambat, tiap tanaman bunga rambat memiliki karakteristik berbeda. Media penanaman, lokasi, dan perawatannya bisa bebeda satu sama lain.

  • ‘Karantina’ tanaman terlebih dahulu di ruang teduh

Jika membeli tanaman hias yang sudah tumbuh besar, tanaman itu akan memerlukan penyesuaian dengan kondisi rumah, sehingga, hindari langsung menanamnya di taman. Jika dilakukan, tanaman akan cepat mati. Direkomendasikan meletakkan tanaman di ruang teduh dan terbuka dua minggu setelah membeli.

  • Sinar matahari cukup

Hampir semua tanaman bunga hias memerlukan sinar matahari cukup untuk bisa tumbuh maksimal, sehingga penempatan dan pengarahan tumbuhnya perlu diperhatikan.

  • Media tanam Cocopeat

Kebanyakan tanaman rambat rentan terhadap penyakit dari tanah biasa. Karenanya, coba ganti media tanam dengan media cocopeat yang merupakan olahan sabut kelapa.

Selain tanaman yang disebutkan di atas, kami juga memiliki banyak varietas tanaman bunga rambat lainnya. Silahkan lihat aneka produknya disini.